Saturday, September 24, 2011

Apa sih EMO itu??

5:29 AM Posted by beckti'velu 1 comment
Di kalangan anak muda, istilah ‘Emo’ makin lama tambah populer. Emo merupakan jenis musik yang masih serumpun dengan punk. Uniknya, Emo nggak cuma mempengaruhi dunia musik saja. Emo adalah gaya pakaian, gaya potongan rambut, dan bahkan gaya hidup.

Basically, kata ‘Emo’ berasal dari kata emotion, emotional, atau emotive. Sebetulnya, genre musik Emo sudah mulai berkembang di akhir tahun 80an dan awal 90an, sebagai salah satu label yang awalnya diberikan kepada band Punk di Washington DC. Band punk tersebut memiliki permainan gitar lebih keras dari kebanyakan band punk lainnya. Alhasil, genre musik ini juga dikenal sebagai musik DC Punk, cikal-bakal Emo. Orang Amerika menyebut komunitas penyuka Emo dengan sebutan ‘Emo Fag’.

Emo identik dengan musik yang berlirik puitis, melankolis, punya makna yang dalam, mengandung banyak kemarahan dan kesedihan tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri, ditinggal kekasih, hidup yang susah atau tentang keluarga yang broken home. Bisa dibilang, Emo adalah Punk yang ‘melankolis’! Emo sendiri dianggap sebagai sebuah budaya. Budaya ini akhirnya terus berkembang antara dekade 90an sampai dengan 2000an, hingga mencapai
puncak popularitasnya saat ini.

EMO BAND




Band-band Emo banyak menampilkan suara-suara gitar yang kompleks maupun akustik dalam lagu mereka. Dibanding musik Punk, musik Emo terdengar lebih soft dan lambat. Makanya banyak yang beranggapan kalau musik Emo mirip dengan musik Pop-Punk, namun sedikit lebih rumit. Ciri khas lain dari aliran ini adalah teriakan atau growl yang keras dari sang vokalis untuk lebih mendapatkan ‘emotional soul’ dari lagu yang mereka bawakan. So deep, right?

Nama band Emo yang sekarang lagi populer, sebut saja c, My Chemical Romance, Panic at the Disco, dan Paramore. Band-band lainnya yang juga termasuk kategori aliran emo adalah Story of The Year, Dashboard Confessional, Finch, The Used, Rufio, Thrice, Silverstein, Brand New, Early November, Good Charlotte, Funeral For A Friend, Matchbox Romance, All American Reject, Saosin, Ataris, dan sebagainya.

Herannya, beberapa dari band tersebut ada yang enggan menyebutkan diri mereka sebagai band beraliran Emo. Mereka berdalih hanya memainkan musik Punk-Rock dengan sedikit sentuhan Pop. Menggelikan juga, ya?
Emo Fashion

Kini Emo sudah jauh melangkah melewati dunia musik. Malahan, Emo lebih sering dikaitkan dengan fashion ketimbang musik. Terkadang fesyen ala Emo langsung dirujuk pada celana jeans belel, sedikit ketat, dan agak melorot, yang biasa dipakai cowok/cewek.

Ditambah aksesoris sabuk (non-kulit) bergesper metal dengan kepala besar yang dipadu dengan kaos membentuk body. Biasanya kaos yang dipakai berwarna polos (hitam, putih, abu-abu, dan merah darah) berdesain simpel dengan gambar simbol instrument musik (seperti gitar atau drum).

Atau kaos bergambar group band di bagian depan atau belakang. Sepatu yang dipakai juga relatif simpel, hanya sepatu kanvas atau sepatu hitam yang seringkali terlihat tua dan lusuh. Tak jarang pula dilengkapi dengan kaca mata berbingkai hitam tebal. Gaya berpakaian ini disebut dengan istilah ‘fad’.

Emo Make-Up & Hairstyle

Potongan rambut pendek berponi yang disisir rapi kesamping menutupi mata adalah ciri khas Emo-style. Rambut yang berwarna gelap di tambah sedikit highlight di bagian poni juga termasuk kategori Emo. Untuk make-up, selalu ada penegasan pada daerah mata dengan menggunakan eyeliner atau smokey eyes berwarna gelap di sekeliling mata. Banyak juga yang ditambah eyeshadow colourful di bagian bawah mata, sedikit mirip dengan konsep ‘gothic’.

Emogirl biasanya menggunakan foundation yang warnanya setingkat lebih cerah dari kulit wajah. Mereka identik dengan pale skin, kulit yang sangat putih dan pucat. Lipgloss tipis yang warnanya senada dengan warna bibir juga digunakan.

Sedangkan Emoboys biasanya mengenakan piercing di area sekitar wajah/badan dan asesoris yang mencolok, seperti rantai yang menggantung di celana, kacamata berframe hitam, tato, cat kuku hitam, kalung dengan liontin besar, dan gelang dengan warna mencolok. Secara keseluruhan, gaya anak Emo adalah perpaduan antara gothic, punk, rock, dan genre musik lainnya.

Emo Lifestyle



Sayangnya, akhir-akhir ini media menghubung-hubungkan Emo dengan stereotype seperti emosional, sensitif, pemalu, tertutup, atau cepat tersinggung. Parahnya lagi, mereka juga mengaitkan karakter emo dengan hal-hal yang berbau kegelapan, seperti depresi, suka melukai diri sendiri, dan bunuh diri.

Namun terlepas dari semua itu, Emo adalah salah satu tren musik yang akhirnya berkembang menjadi suatu gaya berpakaian dan cara bergaul. Seperti juga gaya hidup lainnya, ada sisi negatif dan ada sisi positif di dalamnya. Pada kenyataannya, nggak semua Emo Fag bersifat emosional dan suka menyakiti diri sendiri. “Emo people are not all suicidal and they do not slit their wrist!” So, are you ‘Emo’ enough?




1 comment:

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda